CV & Karier
10 Kesalahan Pelamar dalam Membuat CV
CV adalah pintu pertama sebelum pelamar dipanggil interview. Masalahnya, banyak CV tidak gagal karena pelamarnya tidak mampu, tetapi karena informasinya tidak tersusun dengan jelas.
Kesalahan yang sering terjadi dan cara memperbaikinya
1. CV terlalu panjang dan tidak fokus
Banyak pelamar ingin memasukkan semua pengalaman ke dalam CV. Niatnya baik, tetapi hasilnya sering membuat recruiter sulit menemukan informasi yang paling penting. CV yang terlalu panjang juga membuat pesan utama menjadi kabur.
Saran perbaikan: sesuaikan isi CV dengan posisi yang dilamar. Untuk fresh graduate atau pengalaman awal, 1 halaman biasanya cukup. Untuk kandidat berpengalaman, 2 halaman masih wajar selama setiap bagian relevan dan punya nilai.
2. Ringkasan profil terlalu umum
Kalimat seperti "saya adalah pribadi pekerja keras, jujur, dan mampu bekerja dalam tim" sering muncul di banyak CV. Masalahnya, kalimat tersebut belum menunjukkan keahlian, pengalaman, atau arah karier yang jelas.
Saran perbaikan: tulis ringkasan profil yang menjawab tiga hal: latar belakang, kemampuan utama, dan posisi yang dituju. Contoh: "Fresh graduate Psikologi dengan pengalaman administrasi asesmen dan ketertarikan pada recruitment, screening kandidat, serta pengelolaan data HR."
3. Pengalaman hanya berisi daftar tugas
Menulis tugas memang penting, tetapi recruiter juga perlu melihat bagaimana kamu menjalankan tugas tersebut dan apa hasilnya. Jika CV hanya berisi job description, kandidat akan terlihat mirip dengan pelamar lain.
Saran perbaikan: ubah tugas menjadi kontribusi. Daripada menulis "mengelola administrasi", tulis lebih konkret seperti "mengelola dokumen administrasi kandidat dan memastikan data interview tersusun rapi untuk laporan mingguan."
4. Tidak mencantumkan angka atau dampak
Angka membantu recruiter memahami skala pekerjaan. Tanpa angka, pengalaman bisa terlihat terlalu umum, padahal mungkin sebenarnya kandidat pernah menangani pekerjaan yang cukup besar.
Saran perbaikan: tambahkan angka jika memungkinkan, seperti jumlah kandidat, jumlah dokumen, jumlah customer, target penjualan, durasi project, atau persentase peningkatan. Contoh: "melakukan screening 100+ CV per minggu" atau "membantu proses onboarding 20 karyawan baru."
5. Skill terlalu banyak dan tidak relevan
Daftar skill yang terlalu panjang bisa terlihat kurang terarah. Misalnya, melamar posisi HR tetapi skill yang ditonjolkan justru terlalu banyak membahas hal yang tidak berhubungan dengan HR.
Saran perbaikan: pilih skill berdasarkan kebutuhan posisi. Untuk posisi HR, skill seperti recruitment, interview, administrasi karyawan, Microsoft Excel, komunikasi, dan pengelolaan data kandidat akan lebih kuat jika relevan dengan pengalamanmu.
6. Format terlalu ramai
CV dengan terlalu banyak warna, ikon, grafik, tabel rumit, atau desain padat bisa membuat informasi sulit dibaca. Desain yang menarik boleh, tetapi fungsi utama CV tetap sebagai dokumen seleksi.
Saran perbaikan: gunakan format yang bersih, rapi, dan mudah dipindai. Pastikan heading jelas, jarak antarbagian cukup, ukuran font nyaman dibaca, dan file tetap terlihat profesional saat dibuka di laptop maupun handphone.
7. Urutan informasi kurang strategis
Beberapa CV menaruh informasi yang kurang penting di bagian atas, sementara pengalaman paling relevan justru tersembunyi di bawah. Akibatnya recruiter tidak langsung melihat kekuatan utama kandidat.
Saran perbaikan: letakkan informasi paling menjual di bagian awal. Untuk kandidat berpengalaman, pengalaman kerja biasanya perlu tampil sebelum pendidikan. Untuk fresh graduate, pendidikan, pengalaman magang, organisasi, project, atau sertifikasi relevan bisa ditonjolkan lebih dulu.
8. Ada typo dan inkonsistensi
Typo, format tanggal yang berbeda-beda, atau penulisan nama perusahaan yang tidak konsisten bisa memberi kesan kurang teliti. Untuk beberapa posisi, terutama administrasi, finance, HR, dan data, detail seperti ini cukup berpengaruh.
Saran perbaikan: baca ulang CV minimal dua kali sebelum dikirim. Cek ejaan, tanggal, nama posisi, nama perusahaan, bullet point, dan konsistensi bahasa. Jika CV memakai bahasa Indonesia, gunakan bahasa Indonesia secara konsisten kecuali istilah tertentu memang lebih umum dalam bahasa Inggris.
9. CV yang sama dipakai untuk semua lowongan
Mengirim satu CV yang sama ke semua posisi memang cepat, tetapi sering kurang efektif. Setiap lowongan memiliki kebutuhan berbeda, sehingga informasi yang ditonjolkan juga perlu disesuaikan.
Saran perbaikan: buat versi CV yang disesuaikan dengan target posisi. Tidak harus membuat dari nol, cukup ubah ringkasan profil, urutan skill, dan pengalaman yang paling relevan dengan lowongan tersebut.
10. Kontak sulit ditemukan atau tidak aktif
Recruiter bisa saja tertarik, tetapi gagal menghubungi kandidat karena nomor tidak aktif, email salah, atau kontak tersembunyi di bagian yang sulit dilihat. Ini kesalahan sederhana, tetapi dampaknya besar.
Saran perbaikan: letakkan nomor WhatsApp, email, domisili, dan link LinkedIn di bagian atas CV. Pastikan email terlihat profesional, nomor aktif, dan link bisa dibuka.
Checklist sebelum mengirim CV
- Apakah CV sudah sesuai dengan posisi yang dilamar?
- Apakah ringkasan profil menjelaskan kekuatan utama kamu?
- Apakah pengalaman sudah menampilkan kontribusi, bukan hanya tugas?
- Apakah ada angka, hasil, atau dampak yang bisa ditambahkan?
- Apakah format CV mudah dibaca dalam 30 detik?
- Apakah kontak sudah benar dan mudah ditemukan?
Ingin CV kamu dibedah?
Kamu bisa mulai dari layanan Review CV atau Buat CV jika ingin menyusun dokumen dari awal.
Lihat Layanan